atm online

Nama : Arif Setiawan
Npm : 1211010175
kls : P03

Minggu, 17 Januari 2016

IBI Darmajaya Terima Mahasiswa Korea IT Volunteer

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Korea melalui National Information Society Agency (NIA) kembali memberikan kepercayaan kepada IBI Darmajaya untuk menerima mahasiswa Korea IT Volunteer (KIV). Ini kali keempat IBI Darmajaya mendapat kepercayaan dari National Information Society Agency (NIA) untuk mendampingi mahasiswa (KIV) yang berkunjung ke Lampung, sekaligus menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera yang berkesempatan melakukan pendampingan KIV selama empat kali berturut-turut. Delapan mahasiswa Word Friends Korea IT Volunteer (KIV) ini selama satu bulan akan berada di Lampung. Mereka yakni Meesun Kim, Hyun Ah Na, Yeasol Kim, Hye Ji Lee, Eunjin Lee, Hyunju Choi, In Jin Yoo, dan Sang Deaok Park. Ketua Pengurus Wilayah Relawan TIK Provinsi Lampung, Muhammad Said Hasibuan, M.Kom mengatakan mereka akan menjalankan sejumlah program kerja untuk meningkatkan pemanfaatan Teknologi Informasi secara baik dan produktif untuk para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. “Tidak hanya itu, mereka juga akan membuat video dokumenter tentang Lampung, serta aplikasi mobile wisata di Lampung dalam bahasa Korea dan Inggris untuk mempromosikan daerah Lampung kepada masyarakat di Korea,” ungkap Said. Salah satu mahasiswa KIV, Hyunju Choi mengaku senang berada di Lampung khususnya di IBI Darmajaya. Menurutnya IBI Darmajaya merupakan Perguruan Tinggi yang concern dalam upaya mengaplikasikan ilmu teknologi kepada mahasiswa. “Selain itu, saya juga merasa nyaman berada di Lampung, karena suhu disini tidak terlalu berbeda dengan Korea. Saya juga menyukai makanan Indonesia yang begitu lezat, ditambah masyarakatnya yang ramah dan suka membantu,” terangnya. Terpisah, Rektor IBI Darmajaya DR. Andi Desfiandi, S.E, M.A menyambut baik kedatangan KIV ke Lampung khususnya dengan pendampingan dari IBI Darmajaya. “Bersyukur sekali kami mendapatkan kepercayaan pendampingan ini hingga empat kali berturut-turut. Apalagi IBI Darmajaya menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang mendapatkan kepercayaan ini,” ujar Andi. Selain program KIV, IBI Darmajaya juga sudah menjalin kerjasama dengan Korea Selatan dalam bentuk penyediaan fasilitas laboratorium Information Access Centre (IAC). “Kami berharap dengan adanya kegiatan KIV ini dapat meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang pendidikan khususnya perkembangan teknologi informasi dari masing-masing negara, serta dapat lebih mengenal kebudayaan masing-masing melalui makanan khas, tarian, atau tradisi setempat,” tandasnya.(*)

KERJASAMA KEWIRAUSAHAAN IBI DARMAJAYA DENGAN UNIVERSITAS LUAR NEGERI

IBI Darmajaya Kirim 2 Orang Dosen Pendamping Mahasiswa Student Mobility Ke Universitas Kebangsaan Malaysia Student Mobility adalah program pertukaran pelajar/mahasiswa IBI Darmajaya dengan Universitas di luar negeri. Saat ini ada 2 jenis program student mobility di IBI Darmajaya yaitu credit transfer bases dan non-credit transfer bases. Sedangkan Universitas luar negeri yang sudah bekerjasama dengan IBI Darmajaya untuk program ini yaitu UTeM Malaka Malaysia dan UKM Bangi Malaysia

IBI Darmajaya Segera Launching China Corner

Bandar Lampung - Upaya mempersiapkan mahasiswa sebagai sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, dan berdaya saing global, melalui Kantor Urusan Hubungan Internasional Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya akan segera melaunching China Corner pada 22 Mei mendatang. China Corner yang akan bertempat di lantai 1 Gedung D Kampus IBI Darmajaya ini merupakan pusat pembelajaran dan budaya Cina pertama yang ada di Lampung. Kepala Kantor Hubungan Internasional, Rahmalia Syahputri menuturkan KHI akan menggelar berbagai acara pra launching pada 18-21 Mei 2015. Acara tersebut untuk mengenalkan budaya dan sejarah China melalui pemutaran film dan bedah buku. “Acara pra launching ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan gratis. Pemutaran film akan dilaksanakan dari pukul 2 – 4 sore. Untuk informasi film apa saja yang akan diputar bisa melihatnya di fanpage facebook kami yaitu International Office IBI Darmajaya. Selain itu, saat peresmian nanti akan ada penampilan barongsai, dan sajian kuliner khas cina yang sudah tidak asing dikonsumsi masyarakat Indonesia seperti bakpao, somay, bakmi, kuetiwau, dan masih banyak yang lainnya,” terangnya. Dikatakan Rahmalia Syahputri, upaya menghadapi persaingan global, mahasiswa harus mempersiapkan diri untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi diri, termaksud dalam mengenal berbagai bahasa dan kebudayaan internasional. “China merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh besar di dunia khususnya dibidang ekonomi. Dengan adanya China Corner diharapkan mahasiswa dapat menambah pengetahuannya dalam mengenal bahasa, kebudayaan, sejarah dan perekonomian dari negara yang dikenal dengan sebutan negara tirai bambu ini.” tandasnya. Rahmalia menambahkan, China Corner dapat menjadi tempat belajar bagi mahasiswa yang memiliki daya tarik untuk study lanjut ke China. Tidak hanya itu, China Corner ini juga sebagai pusat penelitian ASIA, sehingga penelitian dosen dan mahasiswa tidak lagi hanya bersifat nasional, tetapi global. Sementara itu, Rektor IBI Darmajaya Dr Andi Desfiandi, SE., MA menerangkan IBI Darmajaya terus meningkatkan program internasional dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. “Optimalisasi kerjasama internasional menjadi salah satu upaya IBI Darmajaya meningkatkan kompetensi mahasiswa secara global. Beberapa kerjasama dengan perguruan tinggi ternama diluar negeri telah digulirkan IBI Darmajaya baik dibidang akademik maupun non akademik,” ungkapnya. IBI Darmajaya telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri UTEM Malaysia, Rangsit Thailand, Duy Tan Vietnam, Sharda University India, FPT Vietnam, UKM Malaysia, dan University of The West of England (UWE) Bristol Inggris. Selain itu, IBI Darmajaya juga bekerjasama dengan Institute Francais de Indonesia dalam menjalankan Warung Prancis, yaitu pusat studi dan budaya Prancis. Andi menegaskan kerjasama ini telah diimpelementasikan secara nyata. IBI Darmajaya menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Lampung yang konsisten menjalankan kerjasama internasional. Kerjasama mencakup Student mobility , art and culture program, double degree, joint research dan joint publication, visiting academic, dan international internship. IBI Darmajaya juga menjadi salah satu perguruan tinggi pertama yang bergabung dengan Passage to ASEAN, bahkan ditunjuk sebagai standing committee di forum bergengsi tersebut. “Ini menjadi salah satu upaya IBI Darmajaya dalam menciptakan lulusan-lulusan berkualitas yang mempunyai daya saing internasional Kami terus membangun kesadaran internasional bahwa saat ini kita telah menjadi bagian dari masyarakat dunia. Dengan adanya China Corner diharapkan kesadaran ini semakin tumbuh, sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi persaingan global.,” tutupnya. (*)

IBI DARMAJAYA PERPANJANG KERJASAMA DENGAN UTEM

BANDARLAMPUNG - Kerjasama dibidang pendidikan kembali dilakukan Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTEM). Kerjasama tersebut dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Undestanding (MoU) yang berlangsung Sabtu (5/4) di aula Pascasarjana oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Riset Darmajaya, Enverm Vem, M.Sc., dan Vice Chansellor UTeM, Prof. Datuk. Dr. Ahmad Yussof Hassan. Penandatangan tersebut disaksikan oleh masing-masing direktur kerjasama internasional, yaitu Rahmalia Syahputri, S.Kom.,M.Eng.Sc dari IBI Darmajaya dan Prof. Dr. Nanna Suryana dari UTEM. Ini kali kedua penandatanganan kerjasama dilakukan antara IBI Darmajaya dengan UTEM, setelah sebelumnya dilakukan MoU pada tahun 2008. Bentuk kerjasama yang disepakati yakni mencakup student mobility (Pertukaran pelajar), double degree, fast track, pertukaran dosen/staff, joint research, seminar dan publikasi jurnal. Dalam sambutannya, Envermy vem yang mewakili Rektor IBI Darmajaya, DR. Andi Desfiandi, S.E. M.A., mengatakan kesamaan visi dan misi dibidang pendidikan menghasilkan jalinan kerjasama antara IBI Darmajaya dan UTEM yang dimulai sejak lima tahun lalu dan berlanjut sampai saat ini. Kerjasama internasional, kata dia, memang tengah digencarkan IBI Darmajaya sebagai bentuk persiapan menghadapi ASEAN Community 2015 dan internasionalisasi pendidikan. "Dengan UTEM, kerjasama yang sudah dilakukan yakni pertukaran mahasiswa, dimana masing-masing perguruan tinggi mengirimkan mahasiswa untuk studi selama satu semester. Dalam waktu dekat, kami juga akan mengirimkan mahasiswa ke UTEM untuk program yang sama. Ini keempat kalinya kami mengirimkan mahasiswa kami ke UTEM. Tak hanya dengan UTEM, kerjasama pendidikan juga dilakukan dengan India, Thailand dan beberapa negara lainnya." ungkapnya. Dia berharap mahasiswa maupun dosen termotivasi untuk mengembangkan kemampuannya menjadi lebih baik lagi, karena dengan kerjasama ini akan semakin membuka peluang mahasiswa dan dosen untuk bisa studi keluar negeri, maupun kolaborasi penelitian. "Ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, kita semua harus terpacu untuk bisa menjadi salah satu bagian dari kerjasama tersebut" tegas Vem. Sementara itu, Datuk Ahmad Yussof Hassan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada IBI Darmajaya karena telah berkenan menjadi partner dalam kerasama pendidikan. Kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dikedua belah pihak. "Saya percaya bila satu kekuatan dipadukan dengan kekuatan lainnya akan menghasilkan kekuatan yang lebih baik, terlebih dengan kesamaan visi dan misi yang kita miliki. Mudah-mudahan kolaborasi ini bermanfaat dan menghasilkan efek positif bagi IBI Daramajaya dan UTEM kedepannya" ucap datuk Ahmad. Usai penandatanganan MoU, Vice Chansellor UTeM, Prof. Datuk. Dr. Ahmad Yussof Hassan berkesempatan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Program Pascasarjana IBI Darmajaya, tak hanya itu Datuk Ahmad juga bertatap muka dengan peserta student mobility dan diskusi pembahasan kerjasama kedepan dan penguatan kerjasama yang saat ini telah dilaksanakan. Hadir dalam acara tesebut, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Ronny Nazar, SE, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Sumber Daya, Novita Sari, S.Sos.M.M., Kepala Program Studi Magister Manajemen, DR. Anuar Sanusi, Kepala LP4M, Dr. Abshor Marantika, S.E.,M.Sc. dan beberapa pejabat lainnya di lingkungan IBI Darmajaya. (*)

IBI Darmajaya-Tokyo Institute of Technology Bekerjasama

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya Lampung menyepakati kerja sama bidang akademik dengan Tokyo Institute of Technology, Jepang. Kesepakatan kerja sama itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh IBI Darmajaya dan Tokyo Institute of Technology, di Aula Pascasarjana Gedung B IBI Darmajaya, di Bandarlampung, Sabtu. Wakil Rektor I Bidang Akademik IBI Darmajaya, Envermy Vem MSc, didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP4M), Dr Anuar Sanusi SE MSi mengatakan, dengan penandatanganan MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat bekerjasama, beberapa di antaranya, program pertukaran mahasiswa, program pengembangan skill dan potensi akademik dosen, publikasi karya ilmiah, serta joint research. "Kami bangga dan merasa terhormat dengan telah disepakati kerja sama akademik antara IBI Darmajaya dan Tokyo Institute of Technology. Adanya kerja sama ini, kami terus mendorong segenap civitas academica untuk senantiasa berpartisipasi aktif dalam setiap program joint research, journal publication, dan poin kerja sama lainnya," ujar Envermy pula. Dalam penandatanganan MoU tersebut, Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA diwakilkan oleh Dr Anuar Sanusi SE MSi, kemudian dari Tokyo Institute of Technology dihadiri oleh Kepala Laboratorium Hirota Tokyo Institute of Technology Prof Kaoru Hirota. Selain dengan Tokyo Institute of Technology, sejak tahun 2008, IBI Darmajaya telah bekerjasama dengan Higher Education Learning Philosofy (HELP) University College (HUC) Malaysia dan University Teknologi Malaysia Malaka (UTeM), Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM), serta sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan perguruan tinggi di negara-negara lainnya. Selain itu, sejak pertengahan September 2012, IBI Darmajaya yang mencanangkan sebagai "world recognized university" pada tahun 2023, telah resmi sebagai anggota tetap Malaysia-Indonesia International Conference on Economic, Management & Accounting (MIICEMA). Sebagai anggota tetap MIICEMA yang ke-10 dan satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Pulau Sumatera yang tergabung dalam MIICEMA tersebut, IBI Darmajaya berhak mengikuti setiap program yang dikembangkan MIICEMA. Penandatanganan MoU tersebut masih dalam rangkaian seminar internasional bertajuk The First International Conference Integrated Government Academic and Business (ICI-GAB) 2012, merupakan kerja sama IBI Darmajaya bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (Aptikom) Wilayah II Sumbagsel. Seminar internasional yang bertemakan "Empowering Technology Information for Business" ini berlangsung di Aula Pascasarjana Gedung B Lantai 3 IBI Darmajaya, dengan menghadirkan keynote speaker dari Tokyo Institute of Technology yaitu Prof Kaoru Hirota dan Dr Chastine.